perumpamaan

Perumpamaan Di Dunia
============ ========= ===
http://surrender2go d.wordpress. com/2008/ 09/12/perumpamaa n-di-dunia/

Tuhan berkata, “Berbagai macam hal yang Aku ciptakan di dunia adalah
sebagai perumpamaan untukmu. Gunakan kebijaksanaanmu untuk belajar
dari mereka, dan naiklah. Lihat bunga teratai yang Aku ciptakan ini.
Ia tumbuh dari lumpur dan hidup di air, tapi ia tidak menyimpan lumpur
atau air pada daunnya. Kau juga tumbuh dari benih kotor, tapi tidak
seperti bunga teratai kau malah menyimpan semua benih kotor itu dalam
dirimu. Karena begitu banyak lumpur di dalam dirimu, hidupmu penuh
penderitaan. Tapi sejak bunga teratai tidak membawa apa-apa dari
tempat ia tumbuh, hidupnya penuh dengan keindahan.

“Lihatlah pada berbagai macam bunga yang Aku ciptakan untuk lebah
madu. Tahukah kau berapa banyak warna dan keharuman yang mereka
miliki? Tapi dari berbagai macam bunga yang tersedia, sadari bahwa
lebah hanya mengambil apa yang menjadi miliknya dan kemudian ia pergi
berlalu. Dengan hal yang sama, untukmu Aku menciptakan berbagai macam
hal, tiap hal dengan sifat-sifat dan esensinya masing-masing, keduanya
baik dan buruk. Mengapa kau tidak mengambil apa yang menjadi bagianmu
dan kemudian pergi berlalu? Lebah madu tidak berputar-putar sambil
berkata, “Semua bunga ini begitu indah, aku ingin menikmati semuanya.”
Lebah madu hanya mengambil apa yang menjadi miliknya. Dengan hal yang
sama, adalah tugasmu untuk mengetahui apa yang menjadi milikmu, ambil
bagianmu, lalu pergilah.

“Sekarang, jika kau mengaduk lima puluh botol susu, hasilnya kau hanya
akan mendapatkan beberapa gram mentega. Aduklah dirimu dan lihat apa
yang terjadi. Hanya sedikit bagian berharga yang tersisa. Itulah Aku,
satu-satunya yang berharga. Coba kau leburkan bagian berharga itu, kau
akan melihat dirimu dan Diriku. Gunakan kebijaksanaanmu dan lihatlah
pada apa-apa yang telah Aku berikan kepadamu. Aduk setiap hal dan
darinya ambil apa yang menjadi nilai sejatinya.

Perumpamaan yang diberikan Tuhan tidak ada batasnya. “Lihat burung
kecil itu yang Aku ciptakan, ia dinamakan burung Kolibri. Ia memiliki
bulu yang gelap, tapi bulunya bersinar, dan ia bergerak secepat kilat.
Jasadmu juga gelap, tapi aku meletakkan cahaya terang benderang di
dalam dirimu, cahaya keimanan, cahaya kebijaksanaan. Ia berada di
dalam dirimu, selalu bersinar di sana.

“Pelajaran lainnya datang dari burung Kolibri. Apakah kau lihat
bagaimana ia menyeimbangkan tubuhnya untuk mengambil madu, tanpa
pernah menyentuh bunganya? Ia melayang-layang di atasnya,
menyeimbangkan tubuhnya di udara sembari memasukkan paruhnya ke dalam
bunga untuk meminum madunya. Di dalam hidupmu kau juga harus seperti
burung Kolibri. Jangan sentuh dunia. Seimbangkan dirimu di atasnya,
tanpa bersandar padanya, dan hanya mengambil apa yang kau butuhkan.
Jika burung Kolibri kehilangan keseimbangan dan mendarat pada
bunganya, tangkainya akan patah dan sarinya akan hilang. Seperti itu,
jika kau kehilangan keseimbanganmu, kau akan mendarat di dunia dan
terjatuh. Jadi, tetaplah dalam keadaan seimbang, dan katakan, “Tiada
Tuhan selain Allah (La ilaha illallahu). Rasakan madu itu. Ia berasal
dari samudera kebijaksanaan. Tatkala kau telah merasakannya, kau akan
mengerti.”

Samudera kebijaksanaan begitu luas. Tuhan meletakkan
bermilliar-milliar hal di samudera tersebut, sebagai perumpamaan untuk
kita amati dan pelajari. “Walaupun begitu banyak kelopak yang
mengelilingi bunga, tapi dari kedalaman bunganya hanya tercium satu
keharuman. Dengan hal yang sama, walaupun begitu banyak hawa nafsu
yang Aku letakkan pada dirimu, dan begitu banyak hal yang meliputimu,
satu semerbak keharuman datang dari dalam, dari dirimu yang sejati,
dan semerbak keharuman itu berhembus dari dirimu kepada segala
sesuatu. Jadi seterusnya kirim keharuman itu kepada apapun yang berada
di dalam dirimu. Bawalah semua hawa nafsumu ke dalam kendalimu dan
transformasikan mereka. Adalah mungkin bagimu untuk melakukan hal itu.
Berikan keharumanmu kepada semua yang ada pada dirimu. Semua hal ini
diletakkan di samudera kebijaksanaan untuk membantumu memahami
pelajaran ini.

“Lihat bagaimana buah-buahan dikelilingi oleh begitu banyak daun dan
ranting. Aku menciptakan mereka seperti ini dengan sebuah alasan,
untuk membelokkan tekanan dari angin kencang yang berhembus, sehingga
buahnya tidak rusak. Dan sebagaimana Aku letakkan daun-daun dan
ranting-ranting di sekeliling buah untuk melindunginya, Aku memberimu
jasad dengan begitu banyak hawa nafsu dan keinginan, sehingga ketika
masalah dan penderitaan datang menyerang, bagian yang paling berat
menanggung serangan adalah hawa nafsu dan keinginan dari diri
rendahmu, bukan dirimu. Mereka diserang akibat keinginan mereka
sendiri. Tapi kau berbuat kesalahan dengan berpikir bahwa kaulah yang
diserang dan menderita. Kau harus menyadari bahwa jasad (diri rendah)
dan hawa nafsu diciptakan dengan sengaja untuk menangkis tekanan,
sehingga kau tidak akan merasakannya, agar kau bisa hidup tenteram dan
aman.

Perumpamaan ini dapat membantumu untuk memahami sesuatu yang penting.
Tuhan telah menciptakan berbagai hal sebagai perumpamaan bagi kita
untuk belajar darinya. Jika kita gagal memahaminya, itu karena kurang
bijaknya diri kita.

– M. R. Bawa Muhaiyadeen

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s