PENGUMUMAN !!!

KELUARGA MAHASISWA MUSLIM MIPA ITB TELAH BERPINDAH ALAMAT MAYA DI

HTTP://MUSLIMMIPAITB.ORG

KUNJUNGI KAMI YA

==========

WE’RE MOVING TO HTTP://MUSLIMMIPAITB.ORG

TTD

IWAN NURFAHRUDDIN

KaDiv SYIAR MILIS ITB 2011

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Segores Hikmah Dibalik Awan Hingga Hujan

Terinspirasi dari sebuah awan. Saya berpikir tentang karateristiknya. Mirip seperti bumbu kehidupan kita ya? : )

Kehidupan ini seperti dinaungi oleh awan, di siang hari, setiap hari.

Kadang, awan yang tebal dan ringan membuat kita merasa teduh di bawah sinar matahari yang terik. Kadang juga, awan yang berat membuat suasana menjadi gelap, mendung. Awan ini mendatangkan hujan. Kadang lebat, kadang hanya gerimis kecil. Ada pula keadaan tanpa awan. Ketika awan-awan manis itu pergi entah kemana, mereka menghilang. Dan kau tau kawan, rasanya sangat panas! Terik matahari terasa sangat menyengat. Sedihnya hari tanpa awan.

Lalu, apa maksudnya kita membahas awan disini? Apa fakultas FMIPA kini tiba-tiba mengangkat jurusan meteorology menjadi anggota FMIPA? Haha.. tentu saja bukan. Penulis hanya ingin mengajak kita semua disini melihat hikmah dibalik awan.

Menarik rupanya, ketika hal ini dikaitkan dengan kehidupan kita. Ketika kita merasa banyak masalah yang menimpa. Awan itu bagaikan ujian yang datang.

Ketika tidak ada awan, tidak ada ujian. Bagaimana rasanya? Tak ada perubahan, tak ada perbaikan. Tak ada tantangan. Anda mau hidup yang begitu-begitu saja? Tentu kita akan merasa bosan. Layaknya berada di tengah gurun pasir. Selayang pandang hanya terlihat pasir. Tak ada variasi. Dan juga panas terik. Karena itu, kita butuh awan, kita butuh ujian.

Coba kita cermati. Ujian itu sama sekali bukanlah merupakan keburukan. Ketika ujian datang dengan ringan, kita bisa melewatinya dengan mudah. Ketika berhasil, kita merasa nyaman, bahagia. Ketika ujian datang dengan cukup besar, beban terasa berat. Tapi ketika kita berusaha melewatinya, apapun hasilnya nanti, berhasil atau tampak gagal, pada akhirnya kita akan merasakan kesejukan, kebebasan, kepuasan.

Dari ujian kita mendapatkan pelajaran lebih. Selayaknya seorang siswa (misal) SMP.  Setiap tahun, atau semester, atau tengah semester, atau bahkan setiap selasai membahas 1 bab pelajaran, mereka akan mengalami ujian. Ujian itu ada untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka.  Pandangan terhadap ujian itu akan berbeda bagi setiap jenjang. Bagi siswa kelas 2, pelajaran kelas 1 itu sudah menjadi mudah. Tapi bagi siswa kelas 1, pelajaran tersebut bisa saja masih asing, baru bertemu, masih susah.

Tapi bagaimana sikap kita dalam menghadapinya? Ketika menemui sesuatu yang baru, apakah kita akan kabur, lari dan tak berani menghadapinya? Akibatnya kita tidak bisa meneruskan jenjang kehidupan. Akibatnya kita tetap saja berada di level yang sama tanpa ada perbaikan.

Atau kita akan merasa tertantang? Mencoba menghadapinya dengan sekuat tenaga. Gagal atau berhasil bukan pencapaian yang utama. Tapi pengalaman menghadapi ujian dengan sekuat tenaga itu lebih berharga. Ketika kita gagal, ada pelajaran lebih yang bisa kita dapatkan. Ambil hikmah dibalik setiap kegagalan akan membuat kita lebih mantap dalam bertindak. Kegagalan bukan untuk disesali, tapi kegagalan ada untuk direnungi, diresapi dan diperbaiki.

Bermula dari awan hingga hujan (baca: ujian). Semoga kita bisa mengambil hikmah dibalik ini semua.

Bandung, 14 Desember 2010

-R*-

Leave a comment

Filed under Artikel, Kisah Hikmah

Jadilah Mukmin Yang Kuat

Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Salam bersabda, ‘Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada Mukmin yang lemah. Namun keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal2 yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah kepada Allah, janganlah engkau lemah. (HR. Muslim). Itulah sebabnya, jika hendak memilih teman sejati atau pasangan hidup sesungguhnya, lihatlah dirinya ketika menghadapi masalah dan bagaimana cara dia menyelesaikan masalah tersebut. Sebab sosok pribadi yang sesungguhnya terlihat disaat bagaimana dia menyelesaikan masalahnya.

Imam Gazali dalam Ihya `Ulumuddin mengatakan bahwa setiap kali target ditingkatkan maka jalannya menjadi sulit, kendalanya banyak dan  dibutuhkan waktu lebih lama, kullama zada al mathlub sho`uba masalikuhu wa katsura `aqabatuhu wa thala zamanuhu. Jadi tingkat kesulitan berhubungan dengan tingkat target. Jika orang ingin sekedar senang dalam hidup, maka ia dapat mencari kesenangan instan, pergi ke tempat hiburan, berfoya-foya dan berpesta pora. Tetapi jika seseorang ingin meraih kebahagiaan, maka ia justru harus siap menderita menghadapi kesulitan, melupakan kesenangan jangka pendek.

Kita didesain oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan sempurna, memiliki akal sebagai alat berfikir, hati sebagai alat memahami, nurani sebagai alat interospeksi, syahwat sebagai penggerak tingkah laku dan hawa nafsu sebagai
tantangan. Kesemuanya itu dirancang untuk menghadapi medan kehidupan yang sulit. Dengan akal kita bisa memecahkan masalah yang sulit, dengan hati kita bisa menerima kenyataan yang pahit, dengan nurani kita bisa mundur selangkah demi memperbaiki diri, dengan syahwat membuat manusia dinamis mencari dan dengan hawa nafsu kita menjadi tertantang untuk mampu mengendalkan diri.

Kita di satu sisi memang menyukai stabilitas dan kenyamanan hidup, tetapi di
sisi lain kita juga menyukai kesulitan. Kita tidak selalu lari dari kesulitan, sebaliknya justru menantang kesulitan. Jika dalam kehidupan sehari-hari hidup selalu stabil dan nyaman tanpa menjumpai kesulitan, maka dibuatlah stimulasi agar orang menaklukkan kesulitan buatan. Mahasiswa berlomba naik tebing buatan (wall climbing), pembalap mobil mencari medan berlumpur, yang berperahu mengikuti arum jeram, setiap agustusan orang ramai-ramai memanjat pohon pinang yang dilumuri olie, yang sudah punya dua kaki justeru berlomba lari dalam karung.

Banyak sekali kesulitan yang sengaja dibuat untuk ditaklukkan, mengapa? karena kita memang memiliki tabiat tertantang. Kesulitan buatan pada umumnya hanya melahirkan kesenangan, yakni senang menjadi juara, tetapi belum tentu sampai kepada kebahagiaan. Kesusahan biasanya menambahi kesulitan, tetapi tidak semua kesulitan membuat susah. Ada keindahan dalam kesulitan yaitu disaat kita menyandarkan semua kesulitan kepada Sang Khaliq.

 

Forward dari milis eramuslim

ini keren, jadi saya posting disini.. 🙂

By: M. Agus Syafii

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Belajar Efektif

BAGAIMANA BELAJAR YANG EFEKTIF ITU ?

Setelah ngenali masalah yang bikin kamu be-te belajar, sekarang kamu boleh buka buku. Tapi sebelum itu, ada baiknya kamu baca tips berikut ini. Supaya belajar kamu tambah nyaman dan nggak bikin be-te tentunya.

1. Bikin body se-fresh mungkin, dengan gitu membuat pikiran kita juga lebih fresh. Mandi, adalah salah satu caranya.

2. Cari suasana yang paling nyaman, di tempat sunyi , atau di perpustakaan

Biasanya juga memutar musik yang ngebantu kita merasa betah dan comfortable. Bersihin dan rapiin kamar, ini membantu lebih berkonsentrasi. Apalgi klo akhwat kan rajin beresin kamar tuh…

3. Buat catatan-catatan kecil terhadap apa yang kamu temuin.

Ini akan membantu mengingat dan sekaligus memudahkan bila mengulang lagi, kaga perlu membaca seluruh isinya, cukup point-point-nya saja yang telah kamu buat. Praktis khan? Mungkin juga ada hal-hal yang kaga dimengerti atau pertanyaan-pertanyaan yang muncul saat membaca, dengan catatan itu bisa kamu tanyain ama temen atau guru tanpa harus menyimpannya di memori kamu. Hemat lah penggunaan memori kamu, save energy.

4. Susunlah hubungan-hubungan yang terjadi

Dari catatan-catatan kecil tersebut, susunlah hubungan antara catatan-catatan tersebut. Buatlah semacam kerangka yang menjelaskan dari awal dan akhir. Ini membantu untuk mengerti apa yang sebenarnya atau memahami pelajaran yang dipelajari, dengan demikian otak kamu terlatih untuk menganalisis sebuah permasalahan dan menemukan bagaimana mengatasinya. Berbeda dengan sekedar menghapal, tanpa tahu apa yang sebenarnya, ini tidak akan berlangsung lama dan sebelum kamu selesai menghapal seluruhnya, hapalan yang pertama sudah lupa lagi. sekali lagi hematlah penggunaan memori kamu, karena memori kamu bukan hardisk. Agak lama memang, tetapi akan lebih menarik dan sekali mengerti tidak mudah untuk lupa karena yang diingat memori kamu adalah hasil pemahaman otak bukan tulisan-tulisan di buku.

5. Hindari SKS (Sistim Kebut Semalam)

Ini akan membuat badan kamu jadi meriang dan sakit. Otak manusia itu punya batas. Kaga bisa dipaksain untuk bekerja terus-menerus dan sekaligus. Kenapa? Karena otak dirancang untuk bekerja efisien, apabila ada pemahaman baru, maka pemahaman yang lama akan dihapus dan diganti pemahaman yang baru. Pemahaman yang kita peroleh sifatnya bertahap yang semakin lama akan semakin bagus. Ini yang disebut kemampuan belajar.
Contohnya kita belajar 10 bab, apabila dipaksaain sepuluh bab dipelajari seluruhnya. Otak kita akan berusaha memasukkan 10 pemahaman. Kalau kaga cukup, jadinya akan kacau, tumpang tindih kaga karuan. Tetapi kalau bertahap, setelah kita baca 2 bab misalnya, pemahaman kita pada bab satu akan diperbaharui dengan pemahaman setelah kita baca bab 1 dan bab 2, demikian seterusnya sehingga setelah 10 bab, otak kita akan menyimpan sebuah pemahaman tentang 10 bab sebagai satu kesatuan, bukan 10 pemahaman.

6. Istirahat

Otak kita butuh istirahat, kalau sudah jenuh, istirahat beberapa saat untuk mengendurkan otot termasuk mata. Setelah itu baru mulai lagi.
Dengan begitu engga terasa otak kita akan bertahan cukup lama untuk belajar.

7. Kesimpulan,

Buatlah kesimpulan pada setiap akhir kegiatan belajar. Dengan demikian kamu akan mendapatkan inti dari keseluruhan apa yang telah dipelajari.

8. Belajar Kontinyu

Biasakanlah menganggap belajar sebuah kebutuhan, seperti makan, tidur, nge-game dsb. Disamping jadi smart, hal ini akan melatih otak untuk kritis dan cepat memahami hal-hal baru. Jadi engga ada istilah telmi, malu-maluin.

——————————————————————————–
RENCANA JADWAL BELAJAR EFEKTIF

1. Beri waktu yang cukup untuk tidur, makan dan kegiatan hiburan.
2. Prioritaskan tugas-tugas.
3. Luangkan waktu untuk diskusi atau mengulang bahan sebelum kelas.
4. Atur waktu untuk mengulang langsung bahan pelajaran setelah kelas. Ingatlah bahwa kemungkinan terbesar untuk lupa terjadi dalam waktu 24 jam tanpa review.
5. Jadwalkan waktu 50 menit untuk setiap sesi belajar. · Pilih tempat yang nyaman (tidak mengganggu konsentrasi) untuk belajar.
6. Rencanakan juga “deadline”.
7. Jadwalkan waktu belajarmu sebanyak mungkin pada pagi/siang/sore hari.
8. Jadwalkan review bahan pelajaran mingguan.
9. Hati-hati, jangan sampai diperbudak oleh jadwalmu sendiri!

Selamat belajar !

sumber: http://shirodj.wordpress.com

Leave a comment

Filed under Artikel

Mudik !

Lebaran, Mudik kemana??

Ya kata-kata itu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Secara bahasa, mudik berarti pulang ke kampung halaman. Kampung halaman dalam artian tempat kita lahir, atau bagi kita yang belum berkeluarga biasanya mudik itu pulang ke tempat nenek dan kakek.

Sebelum mudik pasti kita harus menyiapkan perbekalan untuk dijalan. Iya kan? Kita harus mempersiapkan kendaraan, makanan, oleh-oleh (buat orang yang kita kunjungi), pakaian, de el el.

Wah, dilihat dari arah pembicaraan, sepertinya kali ini kita akan membahas tentang mudik nih?! Anda benar!

Tapi kali ini kita akan membahas mudik yang berbeda dengan Mudik pada umumnya dilakukan saat lebaran. Mudik yang satu ini akan terjadi saat malaikat izro’il datang untuk menjemput kita ke ‘kampung halaman’ yang kekal abadi, bertemu dengan Kekasih kita yang tercinta.

Eits, jangan stop disini, terusin dulu bacanya!! karena kita semua pasti bakalan ngalamin ini. Siapapun kita, anak aparat, pejabat, atau rakyat, semua sama dan pasti akan mengalami hal ini.

Sebelum mudik ke tempat yang sangat spesial ini, tentunya kita juga harus mempersiapkan perbekalan. Jangan sampai nanti kita malah tersiksa karena kehabisan perbekalan. Perbekalan yang dimaksud disini tak lain dan tak bukan adalah amalan kita selama di dunia.

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku” (Adz-Dzariyat[51]:56)

Kita diciptakan di dunia ini hanya untuk beribadah. Nah, amal ibadah kita itulah yang nanti akan dibawa ketika menghadap sang Khaliq.

Ada analogi kehidupan dengan seorang penyelam. Seorang penyelam itu memiliki tugas menyelam untuk mengambil mutiara di dasar laut. Fasilitas yang diberikan kepada penyelam itu adalah peta dan tabung oksigen. Perlengkapan lain pun telah disiapkan, salah satunya adalah tali pengikat mutiara. Diperjalanan ia melihat banyak hal yang tampak begitu indah. Sang penyelam pun terlena dan tergoda akan keindahan yang dia lihat sehingga lupa akan tujuan awalnya, yaitu untuk mengambil mutiara. Suatu ketika dia kembali ingat akan kewajibannya mengambil mutiara. Akan tetapi oksigen yang digunakan sudah hampir habis. Dengan segera dia pun menuju dasar laut. Dia berhasil mengambil dan mengikat mutiara-mutiara itu. Namun oksigennya sudah hampir habis. Dengan terburu-buru dia kembali ke permukaan laut dan mutiara yang telah ia ikat tadi terlepas. Dan ketika dia sampai di atas, mutiara itu sudah habis tak tersisa.

Semoga kita hidup di dunia ini tidak seperti penyelam itu. Peta yang dimiliki penyelam itu adalah Al-Quran. Yang dipakai sebagai penunjuk jalan bagi kita. Kalau kita tidak pernah membacanya, bagaimana kita meraih tujuan kita? Tabung oksigen itu adalah nyawa kita. Tali pengikat mutiara itu adalah keimanan kita. Dan mutiara itu adalah tujuan kita, yaitu cinta dan Ridho Allah. Jangan sampai kita terlena dengan keindahan dunia yang sama sekali tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan keindahan surga.

Selamat menempuh kehidupan yang tak lama lagi akan berakhir..

1 Comment

Filed under Artikel

The Way To Be Istiqomah….

Adakah di antara kita yang masih suka merasa bingung?
Merasakan kesulitan dalam hidup, dan sedih?
Jika ya, maka hari ini, KITA SEMUA perlu mengakui bahwa kita belum ISTIQOMAH! 😀

Istiqomah berasal dari kata Qomah, yang artinya berdiri, tegak.

Istiqomah bukanlah sebuah titik, melainkan sebuah jalan,
yang seyogyanya, selama kita hidup, kita akan melulu di uji dalam ke-istiqomahan.
So that, setiap hari, kita perlu berusaha istiqomah dalam keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT.

Ada beberapa cara untuk istiqomah, di antaranya:

1. Berpegang pada sunnah Rasul.

“…apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, tinggalkanlah. Dan bertawakalah kepada Allah. Sungguh Allah sangat keras hukuman-Nya”,
[QS. Al-Hasyr: 7].

Ber-amar ma’ruf nahi munkar, menyeru manusia pada yang baik dan mencegah dari yang munkar.

Nah! tentu saja, dalam hal seru menyeru ini, ada sedikit kerikil yang mengganjal kita,
seperti yang kita ketahui, sebagaimana tertuang dalam surat As-Shaff : 2-3, yang berbunyi:
“Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”.

Ugh! Tertohok menohok jatuh terjongonkok-jongkok kalau baca ayat ini!
But, guys, Allah juga menyapa kita di ayat ke 159 di surat Al-Baqarah, bunyinya:
“Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa
keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah kami jelaskan kepada manusia dalam kitab (Al-Qur’an),
mereka itulah yang dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh mereka yang melaknat ”.

So, lebih serem mana dibenci Allah sama dilaknat Allah dan oleh mereka yang melaknat?
Hehe, ga ada yang mending yah, jadi gimana dong?

Now, coba deh kita bandingkan dua hal di bawah ini, contoh aja ya, bukan untuk jadi bahan olokkan, ada dua orang PSK (Pekerja Seks Komersil), PSK yang pertama berkata pada putrinya:
“Nak, kalo sudah besar, jadi kaya ibu ya!”.

Sementara PSK yang kedua berkata,
“Nak, kalo sudah besar, kamu jangan jadi kaya Ibu yah,
kamu harus solat, ngaji dan jadi anak yang soleh”.

Which one is sound better?
There must be some reasons behind that lead them to said those things.

Namun, dapat kita lihat, PSK yang kedua, meyakini sesuatu yang baik, meskipun beliau belum dapat menerapkannya untuk dirinya sendiri, but she admit something right, and asked her daughter not to be like her, that’s mean, she now whats right and whats wrong.

Setidaknya ada sebuah usaha, untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, at least untuk buah hatinya.

What, I wanna say here is,
seburuk apa pun kondisi kita, keep fighting to be better,
utamakan mengatakan yang baik ketimbang yang buruk. Cheers!

2. Tawadhu

Tawadhu di sini berarti, mau menerima nasihat orang lain.
“…dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu”, [QS.26:215].

3. Memelihara Lisan

“Tidak ada kebaikan dari kebanyakan pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barang siapa berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak kami akan memberinya pahala yang besar”, [QS. An-nisaa:114].

Seneng kan kalau dapet pahala besar? Let’s gain it gals! 😀

4. Huznudzon : Berbaik Sangka

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain….”, [QS. Al-Hujurat:12].

There are so much more in life that we could grateful than to be regret 🙂

5. Tidak memperolokkan dan tidak takut diperolok, [QS. 49:11]

6. Tidak berlebih-lebihan, [QS. Al-‘Araf: 31]

7. Menjaga pandangan

Tertuang dalam, [QS. Luqman : 18], [QS. An-nuur : 30-31], [QS. TaaHaa: 131]

8. Berinfak, [QS. 2:267]

9. Memelihara solat, [QS. 23:9]

Tentang ayat yang tertera di banyak poin,
u could just open ur mushaf and read it to get the feel more! Insya Allah!
Semoga bermanfaat, for me ,for you, for us.

Only You Can Change Your Life.
Wishing a better us, day by day. Amin.

“Teh Ai”

2 Comments

Filed under Artikel

Do’a Yang Tertolak…

3 faktor yang menyebabkan doa tidak diijabah, yaitu :

1. Selama dia berdoa, dia selalu mendurhakai Allah dan selalu melakukan perbuatan dosa

2. Memutuskan tali persaudaraaan / persahabatan dan suka bermusuh-musuhan

3. Mendurhakai orang tua, guru dan dalam berdoa hatinya tidak khusyuk dan tawadhu..

(disadur dari buku RISALAH DO’A-DO’A MAQBUL)

Leave a comment

Filed under KaMut/Renungan/Reminder